Selasa, 10 April 2012

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH



LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH


PENINGKATAN KOMPETENSI ICT GURU KELAS
DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
MELALUI SUPERVISI  PADA GURU KELAS
SEKOLAH DASAR NEGERI CIJOHO
KECAMATAN TEGALBULEUD KABUPATEN SUKABUMI




Disusun oleh :
OCANG MULYADI,S.Pd
NIP: 197003051991111001
KEPALA SD NEGERI CIJOHO



UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN TEGALBULEUD
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKABUMI
2012




LEMBAR PENGESAHAN




PENINGKATAN KOMPETENSI ICT GURU KELAS
DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
MELALUI SUPERVISI PADA GURU KELAS
SEKOLAH DASAR NEGERI CIJOHO
KECAMATAN TEGALBULEUD KABUPATEN SUKABUMI




DISETUJUI DAN DISYAHKAN OLEH :

PENGAWAS SD                                                                                           PENGAWAS SD






USMAN EFFENDI,S.IP                                                                               AAN KOSASIH
NIP : 19620712198301002                                                                           NIP : 195209111974031001


                                             
DISETUJUI DAN DISYAHKAN OLEH :

KEPALA UPTD PENDIDIKAN KEC.TEGALBUPLEUD


                                                           


Drs,UJU BASUKI SLAMET
NIP :196201011982061002


( i )




 

 



ABSTRAK

       Peningkatan Kompetensi ICT Guru Kelas Dalam Proses Belajar Mengajar Melalui Supervisi Pada Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi.
       Penelitian ini dilatarbelakangi oleh (a) masih rendahhnya kompetensi guru kelas yang tidak berlatar belakang pendidikan ICT, (b) banyaknya guru kelas hanya kompeten dalam bidang pelajaran tertentu yang bukan ICT, (c) tidak semua guru kelas, terutama yang berstatus honorer, berkesempatan mengikuti penataran atau diklat ICT, dan (d) jarangnya kegiatan KKG Bidang ICT kecamatan Tegalbuleud yang khusus membahas ICT tersebut, sehingga rencana pelaksanaan pembelajaran jarang bahkan belum pernah menggunakan ICT.
       Dengan tujuan untuk mengetahui (a) pengaruh Peningkatan Kompetensi ICT Guru Kelas Dalam Proses Belajar Mengajar Melalui Supervisi  Pada Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi, dan (b) aktivitas guru kelas dalam menggunakan media tekhnologi komunikasi informasi, digunakan metode penelitian tindakan sekolah (PTS) dengan dua siklus yang masing-masing siklusnya terdiri dari tahap (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan perbaikan, (3) observasi, dan (4) refleksi.
       Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) terjadi peningkatan kompetensi ICT Guru Kelas Melalui Supervisi Pada Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi. Penilaian melalui Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 1 yang mencapai nilai 119, berada pada katagori baik, dan hasil penilaian pada siklus kedua yang mencapai nilai 151, berada pada katagori sangat baik, dan (b) aktivitas guru dalam pelaksanaan pemebelajaran pada siklus kedua lebih baik daripada pada saat siklus kesatu. Penilaian melalui Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam proses belajar mengajar selama  pada siklus kesatu yang mencapai nilai 30 atau tergolong baik, dan pada sikulus kedua mencapai nilai 36, yang berati tergolong sangat baik.
       Berdasarkan hasil penelitian ini penulis merekomendasikan kepada kepada guru kelas agar mengoptimalkan perannya sebagai perencana, pengorganisir, dan pelaku pembelajaran, kepada kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tegalbuleud agar memfasilitasi guru kelas  untuk meningkatkan kompetensi ICTnya sehingga berimbas pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah, kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Depdiknas agar lebih sering memfasilitasi kegiatan Diklat ICT dengan mengikutsertakannya dalam berbagai diklat sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Cijoho khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

( ii )

KATA PENGANTAR

      Puji syukur dengan ucapan Alhamdulillah saya panjatkan ke hadirat Allah SWT. atas segala rahmatNya yang telah menjadikan laporan penelitian tindakan sekolah (PTS) dengan judul Peningkatan Kompetensi ICT Guru Kelas Melalui Supervisi  Pada Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi ini dapat penulis selesaikan.
       PTS ini dipicu oleh kondisi (a) masih terdapatnya guru kelas yang tidak berlatar belakang pendidikan ICT , (b) banyaknya guru kelas yang hanya kompeten dalam pelajaran tertentu yang bukan ICT, (c) jarangnya kegiatan KKG Kecamatan Tegalbuleud yang khusus membahas ICT tersebut. Sehingga penulis memandang perlunya pemerataan (peningkatan) kompetensi ICT guru kelas melalui supervise pada Guru kelas sekolah dasar negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi
       Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan laporan PTS ini tidak menutup kemungkinan masih terdapat kekurangan dari berbagai segi, mungkin sistematikanya, mungkin isinya, maupun segi kebahasaannya. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca umumnya sangat penulis harapkan. Betapapun begitu, penulis tetap berharap laporan PTS ini bisa memberikan kontribusi kepada dunia pendidikan umumnya dan kepda pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas kepengawasannya khususnya.
      Terima kasih.

                                                                                Penulis
( iii )

UCAPAN TERIMA KASIH

       Assalamualaikum wr. Wb.
      Yang pertama kali penulis ingat setelah memanjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala adalah pihak-pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa bantuan material, dorongan moral dan spiritual, sumbangan tenaga dan panjatan do’a, baik langsung maupun tak langsung sehingga laporan penelitian tindakan sekolah (PTS) dengan judul Peningkatan Kompetensi ICT Guru Kelas Melalui Supervisi Kelas Pada Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi ini dapat penulis selesaikan
       Atas semua kontribusi tersebut, dengan penuh rasa takzim, penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, terutama kepada:
1. Bapak Drs Uju Basuki Slamet, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tegalbuleud   
2. Bapak Usman Effendi,S.IP Pengawas SD Kecamatan Tegalbuleud
3. Bapak Aan Kosasih Pengawas SD Kecamatan Tegalbuleud
4. Guru-guru Sekolah Dasar Negeri Cijoho
5. Rekan-rekan kepala sekolah se-kecamatan Tegalbuleud
       Semoga semua yang telah mereka kontribusikan mendapat balasan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.


                                                                                     Penulis
( iv )

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK                                                                                                                   
KATA PENGANTAR                                                                                                  
UCAPAN TERIMA KASIH                                                                                           
DAFTAR ISI                                                                                                                   

BAB I PENDAHULUAN                                                                                                
A. Latar Belakang Masalah                                                                                               
B. Rumusan Masalah                                                                                                         
C. Alternatif Pemecahan Masalah                                                                                      
D. Tujuan Penelitian                                                                                                          
E. Manfaat Hasil Penelitian                                                                                                
    1. Manfaat Teoritis                                                                                                        
    2. Manfaat Praktis                                                                                                         

BAB II TINJAUAN PUSTAKA                                                                                       
A. Kompetensi Pedagogik Guru                                                                                         
B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)                                                                    
C. Workshop pada Kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)                         
    1. Pengertian KKG                                                                                                   
    2. Prinsip Kerja KKG                                                                                                 
    3. Peran KKG                                                                                                        
    4. Fungsi MGMP dalam Konteks Manajemen Sekolah                                                   
    5. Materi Kegiatan KKG                 
    6. Workshop pada Kegiatan KKG                                                                        
BAB III METODE PENELITIAN                                                                                  
A. Metode Penelitian Tindakan Sekolah
B. Subyek Penelitian
C. Definisi Operasional
D. Instrumen (Alat) Pengumpul Data
E. Teknik Pengumpulan Data
    1. Observasi
    2. Wawancara (Diskusi)
    3. Studi Dokumenter
    4. Studi Pustaka
F. Lokasi Penelitian (Kondisi Sosial)                                                                                 
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Orientasi
B. Pelaksanaan Tindakan Perbaikan
    1. Pelaksanaan Tindakan Perbaikan Siklus Kesatu
    2. Pelaksanaan Tindakan Perbaikan Siklus Kedua
C. Pembahasan Hasil Penelitian
    1. Orientasi
    2. Pelaksanaan Tindakan Perbaikan Siklus kesatu 
    3. Pelaksanaan Tindakan Perbaikan Siklus Kedua 
    4. Jawaban terhadap Rumusan Masalah 
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 
A. Kesimpulan
B. Rekomendasi
    1. Kepada Guru kelas
    2. Kepada Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tegalbuleud
    3. Kepada Dinas Pendidikan KabupatenSukabumi Provinsi Jawa Barat dan  
        Depdiknas                                                                                                 

DAFTAR PUSTAKA                                                                                                       

LAMPIRAN
A. Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
B. Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam Proses Belajar Mengajar
C. Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan
     Pembelajaran (RPP)
D. Pedoman Wawancara untuk Mengetahui Kendala yang Ditemukan Guru Kelas
    dalam Menyusun RPP                                                                                                    
E. Contoh RPP yang Lengkap dan Sistematis                                        
F. Foto-foto Kegiatan   


                                                                               BAB I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG MASALAH
       Pendidikan adalah upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup baik yang bersifat manual individual maupun sosial (Sagala, 2006 : 1). Upaya sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa tersebut dapat diselenggarakan dalam berbagai bentuk. Ada yang diselenggarakan secara sengaja, terencana, terarah dan sistematis seperti pada pendidikan formal, ada yang diselenggarakan secara sengaja, akan tetapi tidak terencana dan tidak sistematis seperti yang terjadi di lingkungan keluarga (pendidikan informal), dan ada yang diselenggarakan secara sengaja dan berencana, di luar lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan formal, yaitu melalui pendidikan non formal.
      Apapun bentuk penyelenggarannya, secara umum pendidikan bertujuan untuk membantu anak-anak atau peserta didik mencapai kedewasaannya masing-masing, sehingga mereka mampu berdiri di lingkungan masyarakatnya. Untuk masyarakat kita, sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3, pendidikan berfungsi dan bertujuan sebagai berikut:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

     Agar pendidikan bisa berfungsi dan mencapai tujuan seperti dirumuskan dalam undang-undang tersebut, maka pendidikan harus ”diadministrasikan”, atau dikelola dengan mengikuti ilmu administrasi. Yang paling sederhana, administrasi menurut Henry Fayol diartikan sebagai fungsi dalam organisasi yang unsur-unsurnya adalah perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pemberian perintah (commanding), pengkoordinasian (coordinating), dan pengawasan (controlling) (Sagala, 2006 : 23).
      Pada level ujung tombak pendidikan, yaitu pada proses pembelajaran oleh guru di kelas, betapapun administrasinya tidak serumit oraganisasi yang melibatkan banyak personal, fungsi-fungsi administrasi yang disebutkan Henry Fayol tersebut sebaiknya tetap ada, sebab tanpa itu pencapaian tujuan pembelajaran akan susah dicapai. Dalam kaitannnya dengan fungsi-fungsi administrasi ini, lebih spesifik dalam hal proses belajar mengajar, Gage dan Berliner dalam Makmun (2005 : 23) mengemukakan tiga fungsi atau peran guru dalam proses tersebut, yaitu sebagai :
1) Perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang harus dilakukan di dalam 
    proses belajar-mengajar (pre-teaching problems).
2) Pelaksana (organizer) yang harus menciptakan situasi, memimpin, merangsang, 
    menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana,    
    bertindak sebagai nara sumber (source person), konsultan kepemimpinan (leader), yang 
    bijaksana dalam arti demokratis dan humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung 
    (during teaching problems).
3) Penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan dan akhirnya 
    harus memberikan pertimbangan (judgement) atas tingkat keberhasilan belajar 
    mengajar tersebut berdasarkan kriteria yang ditetapkan baik mengenai aspek keefektifan 
    prosesnya, maupun kualifikasi produk (output)-nya.
     Dalam menyoroti salah satu peran guru dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai perencana pembelajaran, setiap guru pada satuan pendidikan, termasuk guru kelas berupaya meningkatkan kompetensi ICT agar pembelajaran efektif dan bermutu. Pembelajaran yang berlangsung secara efektif dan bermutu akan berimplikasi pada peningkatan mutu proses dan hasil belajar peserta didik.
      Guru Kelas V ( Lima ) telah melaksanakan proses belajar mengajar dengan didukung ICT. Namun masih ditemukan berbagai kekurangan baik menyangkut persiapan sebelum pelaksanaan proses belajar mengajar, dalam penyusunan RPP.. Kekurangan itu antara lain :
1. Sebelum penyusunan RPP :
    a. Sebagian besar guru tidak menentukan kriteria ketuntasan minimal KKM.
    b. Sebagian guru tidak membuat sendiri silabus mata pelajaran.
2. Dalam Penyusunan RPP :
    a. Sebagian besar guru kurang menjelaskan apa yang dilakukan siswa selama 
        berlangsungnya pembelajaran dalam rencana kegiatan pembelajarannya.
    b. Sebagian besar guru tidak menjelaskan sumber belajar dengan rinci.
    c. Sebagian besar guru tidak menjelaskan (1) bentuk instrumen evaluasi, (2) format / 
        lembaran evaluasi atau butir soal (free test dan post test), (3) pedoman penilaian, dan 
        (4) kunci jawaban, dalam evaluasi proses dan hasil belajar siswa.
    d. Sebagaian besar guru tidak merencanakan tindak lanjut setelah selesai pembelajaran 
       (pembelajaran remedial, program pengayaan, layanan konseling atau tugas individu / 
       kelompok) dalam kaitan antara KKM mata pelajaran  dengan nilai yang 
       dicapai siswa.

3. Pelaksanaan pembelajaran :
    a. Sebagian besar guru tidak berpedoman sepenuhnya pada RPP dalam pelaksanan 
       pembelajarannya.
      Semua itu terkait dengan kondisi di lapangan bahwa : (a) Semua guru kelas tidak berlatar belakang pendidikan ICT, (b) banyaknya guru kelasyang hanya kompeten dalam cabang pelajaran tertentu yang bukan ICT, (c) tidak semua guru kelas, terutama yang berstatus honorer, berkesempatan mengikuti penataran atau diklat ICT, (d) jarangnya kegiatan KKG ICT  kabupaten Sukabumi yang khusus membahas ICT tersebut.
      Kondisi yang demikian menjadikan persepsi guru kelas mengenai ICT yang harus dikuasai sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas, studio atau tempat belajar lainnya menjadi kurang dikuasi. Misalnya masih terdapat guru yang belum memahami operasi computer dan infoku, apalagi mengenai Internet. Kekurangan ini tentu saja akan menghambat upaya peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran Guru Kelas , karena kompetensi-nya tidak dikuasai dengan baik. Padahal, keberhasilan sebuah kegiatan, lebih dari 50% ditentukan oleh kompetensi yang baik, sehingga keberhasilan pembelajaran pun amat ditentukan oleh kompetensi guru.
      Dengan memahami kondisi yang demikian, maka dipandang perlu adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensi ICT Guru Kelas Melalui Supervisi Pada Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamtan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi


B. RUMUSAN MASALAH
      Dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas, dapat dirumuskan bahwa yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah supervise kelas dapat  meningkatkan kompetensi ICT Guru kelas Pada Guru Kelas
     Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi ?
2. Bagaimanakah aktivitas guru kelas  dalam peningkatan kompetensi ICT Guru Kelas
    Melelaui Supervisi Pada Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud
     Kabupaten Sukabumi?  Rumusan masalah kedua diuraikan lagi menjadi :
    a. Bagaimana guru kelas  dalam mempersiapkan penyusunan RPP sebelum
        pelaksanaan proses belajar mengajar ?
    b. Bagaimana guru kelas  dalam melaksanakan proses belajar mengajar ?
    c. Kendala apa yang ditemukan guru kelas dalam peningkatan kompetensi ICT
        melalui supervise kelas ?

C. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
      Sebelum menetukan tindakan apa yang dianggap dapat meningkatkan kompetensi ICT Guru Kelas, terlebih dahulu penulis melakukan pengkajian berbagai teori belajar dan pendidikan, kondisi keorganisasian guru (KKG), baik melalui studi pustaka, diskusi dengan pakar dan teman sejawat dan guru-guru. Hasilnya diperoleh beberapa alternatif tindakan yang dihipotesiskan dapat meningkatkan kompetensi ICT Guru Kelas melalui supervise kelas. Alternatif-alternatif tindakan tersebut antara lain :
1. Melalui supervisi akademik, dengan melakukan kunjungan kelas (class visit) ke SD Inti
    Rancaerang.
2. Melalui sharing pada kegiatan KKG Bermutu Kecamatan Tegalbuleud
3. Melalui sharing pada kegiatan KKKS Bermutu Kecamatn Tegalbuleud
      Betapapun intensif, alternatif pertama dipandang akan memakan waktu, tenaga dan biaya, karena berarti harus melakukan kunjungan ke sekolah inti dan tempat KKKS Bermutu, dengan harus diawali dulu membuat kesepakatan jadwal kunjungan dengan mempertimbangkan berbagai kegiatan sekolah tempat masing-masing guru bertugas.
        Alternatif kedua betapapun lebih ringan daripada alternatif pertama, namun tetap masih membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang banyak.
      Akhirnya pilihan jatuh ke alternatif ketiga. Alternatif ini dipandang lebih efektif dan efisien karena dilakukan satu atau dua kali pertemuan di SD Inti Rancaerang. Kegiatan yang berupaya untuk meningkatkan kompetensi ICT Guru Kelas melalui supervise kelas ini bisa memungkinkan terjadinya sharing pengetahuan yang menjangkau seluruh guru kelas dengan lebih komprehensif, sehingga mereka akan memiliki persepsi yang relatif sama mengenai Fungsi dan manfaat ICT untuk mata pelajaran yang mereka ajarkan.

D. TUJUAN PENELITIAN
     Tujuan utama dari penelitjan ini adalah untuk mengetahui :
1. Pengaruh peningkatan kompetensi ICT Guru kelas melalui supervise kelas pada guru kelas
     Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud.
2. Aktivitas guru kelas dalam menyusun RPP,  tujuan kedua ini diuraikan lagi untuk
     mengetahui :
    a. Persiapan yang dilakukan guru kelas dalam menyusun RPP ?
    b. Pelaksanaan penggunaan ICT selama proses supervisi kelas ?
    c. Kendala yang ditemukan guru kelas v ( lima )  dalam proses peningkatan kompetensi
        Ict?

E. MANFAAT HASIL PENELITIAN
   1. Manfaat Teoritis
       Hasil dari penelitian ini bermanfaat untuk mengembangkan ilmu manajemen pendidikan,
        khususnya manajemen (pengelolaan) pembelajaran.
   2. Manfaat Praktis
       Manfaat praktis dari hasil penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi
       ICT guru kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud
       Kabupaten Sukabumi :
       a. Menjadi pengalaman pelaksanaan proses pembelajaran yang bisa diikuti atau
          dilaksanakan oleh teman sejawat di lingkungan Sekolah Dasar Negeri Cijoho.
       b. Memudahkan peserta didik dalam belajar dan meningkatkan prestasi belajarnya.
       c. Meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam penyusunan RPP.
       d. Meningkatkan nilai kinerja sekolah dan nilai akreditasi sekolah.
       e. Meningkatkan kebersamaan guru kelas SD Negeri Cijoho kecamatan Tegalbuleud
       f. Meningkatkan skor nilai portofolio dalam sertifikasi guru.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


A. KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU
       Secara umum, kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh suatu profesi dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 1 butir 10).
       Berkaitan dengan kompetensi profesi guru, Sagala mengemukakan sepuluh kompetensi dasar yang harus dimiliki guru, yaitu :

(1) menguasai landasan-landasan pendidikan; (2) menguasai bahan pelajaran; (3) kemampuan mengelola program belajar mengajar; (4) kemampuan mengelola kelas; (5) kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar; (6) menilai hasil belajar siswa; (7) kemampuan mengenal dan menterjemahkan kurikulum; (8) mengenal fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan; (9) memahami prinsip-prinsip dan hasil pengajaran; (10) mengenal dan menyelenggarakan administrasi pendidikan (Sagala, 2006 : 210).

      Kemudian Adapun Permendiknas RI No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru menyebutkan bahwa ”Standar kompetensi guru ini dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.” (BSNP, 2007 : 8).
       Pedagogi adalah art of teaching, seni atau strategi mengajar. Jadi kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

B. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
      Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Silabus merupakan penjabaran dari standar isi kurikulum, yang kemudian dioperasionalkan dalam RPP. Jadi, RPP merupakan rencana pembelajaran yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran siswa untuk mencapai satu kompetensi dasar (KD) yang akan dilakukan guru dalam satu atau lebih pertemuan PBM di kelas atau tempat pembelajaran lainnya.
      RPP bisa disusun dengan komponen yang minimal, tapi lebih baik dengan komponen yang lengkap dan dengan susunan yang sistematis sesuai urutan pelaksanaannya, karena pada hakikatnya RPP merupakan skenario pembelajaran, sehingga siapa pun pemerannya bisa melakukannya karena segalanya sudah ada pada skenario tersebut.
      RPP dengan komponen minimal hanya mencakup (1) Tujuan pembelajaran, (2) Materi ajar, (3) Metoda pembelajaran, (4) Sumber belajar, dan (5) Evaluasi atau penilaian hasil belajar (PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 20). Sedangkan RPP yang lengkap terdiri dari (Permendiknas No 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses) :
1. Identitas
2. Standar Kompetensi (SK)
3. Kompetensi Dasar (KD)
4. Alokasi waktu 5. Indikator Ketercapaian
6. Tujuan Pembelajaran
7. Materi Pembelajaran
8. Metode Pembelajaran 
9. Kegiatan Pembelajaran
10. Sumber Belajar
11. Penilaian
      Yang penting untuk diperhatikan dalam penyusunan RPP adalah :
1. RPP harus dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik 
   dalam upaya mencapai kompetensi dasar (KD) (PP 19 Tahun 2005 tentang Standar 
   Nasional Pendidikan pasal 20) , dan
2. RPP harus dibuat secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara 
   interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk 
   berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan 
   kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta 
   didik (Permen Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses).
      Contoh RPP Guru kelas yang lengkap dan sistematis dimuat pada Lampiran E.

C. Latih Pada Kegiatan Kelompok Kerja guru ( KKG )
   1. Pengertian KKG
       Kelompok Kerja Guru ( KKG )  merupakan forum / wadah kegiatan profesional guru
       yang berada pada gugus sekolah, wilayah kecamatan atau kabupaten / kota (  Depdiknas,
       2003 :3).
  2. Prinsip Kerja KKG
      a. Merupakan lembaga yang mandiri, tidak mempunyai struktur organisasi yang 
         hierarkis, birokratik dan saling bergantung, tetapi merupakan wadah berkumpulnya 
         guru .
      b. Dinamikanya berlangsung secara alamiah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
      c. Mempunyai visi dan misi yang strategis yaitu untuk mengembangkan profesional 
         guru, mengembangkan wawasan dan pengetahuan, dan memberikan pelayanan   
         pendidikan yang diharapkan oleh masyarakat.
      d. Inovatif terhadap upaya pengembangan mutu pendidikan (Depdiknas,2003: 4).
3. Peran KKG
    a. Melaksanakan pengembangan wawasan, pengetahuan dan kompetensi sehingga 
        memiliki dedikasi tinggi.
    b. Melakukan refleksi diri ke arah pembentukan profil guru yang profesional (Depdiknas, 
        2003 : 4).
4. Fungsi KKG dalam Konteks Manajemen Sekolah
    a. Sebagai wahana komunikasi proesional para guru pelajaran yang sejenis.
    b. Memfasilitasi pengembangan profesionalisme guru, membina KKG dan wadah 
        pengembangan profesionalisme lainnya.
    c. Sarana pengembangan inisiatif dan inovasi dalam rangka peningkatan mutu 
        pembelajaran melalui berbagai cara seperti diskusi, seminar, liokakarya, dsb.
    d. Mengembangkan akreditasi guru (Depdiknas, 2003 : 5).
5. Materi Kegiatan KKG
    Secara umum kegiatan KKG membahas antara lain (Depdiknas, 2003 : 3) :
    a. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan perangkatnya termasuk 
        pengembangan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan bahan ajar.
    b. Pendidikan berorientasi kecapakan hidup dan pola pelaksanaannya meliputi kegiatan 
        menyusun rencana pembelajaran berorientasi kecakapan hidup (life skill) yang 
        mencakup : metode dan strategi pembelajaran, jenis kecakapan hidup yang 
        dibekalkan, teaching and learning material atau lembar kerja siswa (LKS), dan 
        pengembangan alat penilaian.
    c. Penilaian hasil belajar siswa : ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir 
        semester, ulangan kenaikan kelas, ujian akhir sekolah, dan persiapan Ujian Nasional.
    d. Membahas konsep-konsep inovasi pembelajaran, di antaranya quantum learning 
        contextual learning, multiple intelligences, cooperative learning, collaborative learning, 
        constructivism learning, problem solving approach, dll.
    e. Membahas media dan sumber belajar
    f. Membahas keorganisasian KKG (Depdiknas, 2003 : 6-7).
6. Workshop pada Kegiatan KKG
    Workshop mengandung dua pengertian, yang pertama adalah tempat mengerjakan 
    pekerjaan-pekerjaan manual seperti manufacturing dan reparasi. Sedangkan pengertian  
    kedua menunjuk pada sekelompok orang yang bekerja bersama-sama untuk membuat 
    proyek kreatif, mendiskusikan suatu topik, mempelajari atau meneliti suatu bidang.
       Dalam kegiatan KKG, workshop yang dilakukan lebih sering mengacu pada pengertian kedua dengan bidang yang didiskusikan meliputi materi yang dijelaskan pada bagian 5 di atas.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. METODE PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH
   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). PTS merupakan suatu prosedur penelitian yang diadaptasi dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) (Panitia Pelaksana Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Rayon 10 Jawa Barat, 2009 : 73). Penelitian tindakan sekolah merupakan “(1) penelitian partisipatoris yang menekankan pada tindakan dan refleksi berdasarkan pertimbangan rasional dan logis untuk melakukan perbaikan terhadap suatu kondisi nyata; (2) memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan; dan (3) memperbaiki situasi dan kondisi sekolah / pembelajaran secara praktis” (Depdiknas, 2008 : 11-12). Secara singkat, PTS bertujuan untuk mencari pemecahan permasalahan nyata yang terjadi di sekolah-sekolah, sekaligus mencari jawaban ilmiah bagaimana masalah-masalah tersebut bisa dipecahkan melalui suatu tindakan perbaikan.
      Masalah nyata yang ditemukan di sekolah, khususnya pada guru kelas adalah belum optimalnya dalam menyusun RPP.
Prosedur penelitiannya dilakukan secara siklikal. Satu siklus dimulai dari (1) perencanaan awal, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi.
1. Perencanaan
    Yaitu membuat rencana perbaikan berdasarkan adanya masalah atau kondisi yang menuntut diperbaiki.Hal ini meliputi persiapan bahan-bahan yang diperlukan dalam tahap pelaksanaan,menentukansiapa (subyek penelitian dan teman berkolaborasi), kapan (jadwal pelaksanan), dan tempat pelaksanaan.
2. Pelaksanaan (Action)
    Yaitu melakukan tindakan substantif penelitian melalui intervensi skala kecil guna memperbaiki kondisi yang diteliti.
3. Observasi (Observation)
    Yaitu kegiatan mengamati, mengenali sambil mendokumentasikan (mencatat dan merekam) terhadap proses, hasil, pengaruh dan masalah baru yang mungkin saja muncul selama proses pelaksanaan tindakan.
4. Refleksi (Reflection)
   Yaitu melakukan renungan, kajian reflektif diri secara inquiri, partisipasi diri (partisipatoris),kolaborasi terhadap latar alamiah dan impiikasi dari suatu tindakan, dengan melakukan analisis terhadap rencana  dantindakan yang sudah dilaksanakan dan hasil yang dicapai, dan apa yang belum dapat atau sempat dilakukan.
       Hasil dari siklus pertama ini menjadi masukan bagi pelaksanaan siklus kedua yang terdiri dari perulangan keempat langkah yang ada pada siklus pertama. Hal ini terjadi karena dimungkinkan setelah melalui siklus pertama, peneliti menemukan masalah baru atau masalah lama yang belum tuntas, sehingga perlu dipecahkan melalui siklus selanjutnya. Dengan demikian, berdasarkan hasil tindakan atau pengalaman pada siklus pertama peneliti akan kembali melakukan langkah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi pada siklus kedua, dan seterusnya, dan “ . . . berhenti apabila telah berdampak positif terhadap proses dan hasil yang diperoleh dari tindakan tersebut berhasil” (Sudjana, 2009 : 8). Jika digambarkan, siklus kerja PTS adalah sebagai berikut :

(Panitia Pelaksana Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Rayon 10 Jawa Barat, 2009 : 79).
B. SUBJEK PENELITIAN
       Subjek penelitian ini adalah guru-guru kelas )Sekolah Dasar Negeri Cijoho
C. DEFINISI OPERASIONAL
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
    Yang dimaksud Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam penelitian ini adalah RPP yang disusun guru guru kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud.
2. Supervisi Kelas
    Yang dimaksud supervise kelas adalah upaya pengamatan yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap guru yang sedang melaksanakan proses belajar mengajar dengan segala sarana prasarana pendukungnya.

D. INSTRUMEN (ALAT) PENGUMPULAN DATA
       Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi berupa rubrik, yang terdiri dari :
1. Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimuat pada Lampiran A.
2. Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam Persiapan Penyusunan Rencana Pelaksanaan 
   , dimuat pada Lampiran B.
3. Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Selama proses supervise kelas, dimuat pada Lampiran C.
4. Pedoman Wawancara (Diskusi) Untuk Mengetahui Kendala yang Ditemukan Guru kelas  
    sekolah dasar negeri cijoho kecamatan Tegalbuleud, dimuat dalam Lampiran D.
       Rubrik ini diisi oleh peneliti melalui pangamatan sebelum, pada saat, dan sesudah proses penyusunan RPP. Hasilnya digunakan untuk menentukan tindakan selanjutnya.



E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
1. Observasi
       Observasi adalah semua kegiatan yang dilakukan untuk mengamati, merekam, dan mendokumentasikan setiap indikator dari proses dan hasil yang dicapai. Dalam observasi ini peneliti menggunakan (1) Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (2) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru kelas v dalam Persiapan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama supervise kelas, dan (3) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru kelas v selama proses dilaksanakan. Ketiga rubrik (lembar observasi) ini diformat untuk didisi dengan membubuhkan tanda centang (√) pada kolom nilai 1-4 pada aspek yang dinilai. Tujuan utama dari observasi ini adalah untuk memantau persiapan, proses, hasil, dan dampak perbaikan dari tindakan setiap siklus.
2. Wawancara (Diskusi)
      Yang dimaksud wawancara di sini meliputi diskusi formal dan dialog informal selama berlangsungnya PTS antara peneliti dengan guru-guru kelas. Hal ini untuk mengetahui pikiran guru-guru yang tidak dapat digali melalui observasi.
3. Studi Dokumenter
      Studi dokumenter diartikan sebagai usaha untuk memperoleh data dengan jalan menelaah catatan-catatan yang disimpan sebagai dokumen atau files. Teknik ini ditempuh untuk memperoleh data-data mengenai Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari lembaran-lembaran RPP buatan guru.

4. Studi Pustaka
      Studi pustaka diartikan sebagai teknik untuk memperoleh data atau informasi dari berbagai tulisan ilmiah baik cetak maupun elektronik yang menunjang penelitian. Teknik ini ditempuh untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam mengenai masalah yang diteliti, terutama dalam menentukan arah, metoda dan landasan teoritis penelitian.

F. LOKASI PENELITIAN (KONDISI SOSIAL)
       Lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. ORIENTASI
       Sebelum melakukan tindakan perbaikan, peneliti terlebih dahulu melakukan kegiatan orientasi sebagai studi pendahuluan. Dalam kegiatan ini guru ”didiagnosis” sehingga peneliti menemukan derajat kelengkapan dan kesistematisan RPP  yang disusun guru pada saat awal kegiatan mengajar. Peneliti mengamati aktivitas guru dalam persiapan dan selama proses penyusunan RPP, kemudian mengevaluasi RPP yang dibuatnya. Hasil pengamatan dan evalusi tersebut kemudian dijadikan bahan untuk mencari upaya perbaikan (tahap tindakan) pada siklus penelitian. Prakteknya, guru-guru diminta menyusun secara spontan tanpa ada intervensi atau berlangsung alami seperti yang mereka lakukan sehari-hari sebelum mengajar.
       Dengan menggunakan Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Kelas Dalam Peningkatan Kompetensi ICT Melalui Supervisi Kelas Pada Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud, diketahui kondisinya sebagai berikut :
Hasil evaluasi terhadap RPP yang mereka buat selama kegiatan orientasiteridentifikasi beberapa kekurangan, yaitu :
1. Tidak tepatnya penggunaan kata-kata operasional dalam merinci komponen Indikator
     Pencapaian.
2. Tidak terdapat komponen Tujuan Pembelajaran.
3. Dalam komponen Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan : sedikit yang mencantumka
     Kegiatanapersepsi dan motivating.
4. Dalam komponen Kegiatan Pembelajaran Inti : penggunaan metode terlalu didominasi
    metode ceramah.
5. Dalam komponen Kegiatan Pembelajaran Penutup : tidak merencanakan kegiatan tindak
    Lanjutdalam bentuk pembelajaran remedial, pengayaan, layanan konseling atau
    Memberikan tugas individu ataukelompok.
6. Dalam komponen Evaluasi (Penilaian) Proses dan Hasil Pembelajaran :
    Tidak mencantumkan bentuk evaluasi (penilaian) proses dan hasil belajar, lembaran /
     Instrument penilaian(butirsoal-soal,rubrik,dll.),pedoman penilaian, dan kunci jawaban.
B. PELAKSANAAN TINDAKAN PERBAIKAN
1.  PelaksanaanTindakanPerbaikanSiklusKesatu
     Dalam siklus kesatu ini dilakukan rangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan,observasi,
     dan refleksi.
a.  Perencanaan
     Perencanaan yang dilakukan meliputi :
1) Mempersiapkan bahan-bahan dasar rujukan yang perlu dikaji sebelum menyususn RPP
     Yang lengkap dan sistematis, yaitu :
    a) PP 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
    b) Permendiknas : No 22 Tahun 2006, No 23 Tahun 2006, Permendiknas No 20 Tahun
        2007,dan No.41Tahun 2007
    c) Buku mengenai Evaluasi Pendidikan
    d) Buku-buku Materi Pelajaran
    e) Contoh / model RPP
    f) Daftar kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup
        pengetahuan,sikap,dan keterampilan untuk membuat indikator pencapaian kompetensi
    g) Buku-buku sumber inovasi pembelajaran
2) Mempersiapkan instrumen penelitian berupa (a) Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan
     Pembelajaran (RPP) dan (b) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Kelas dalam Persiapan
     PenyusunanRencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Supervisi pembelajaran
     guru kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud, (c) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam Proses Penyusunan
    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Proses pembelajaran guru kelas sekolah
    dasar negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud, dan (d) Pedoman Wawancara (Diskusi)
    Untuk Mengetahui Kendala yang Ditemukan Guru Kelas Selama Penyusunan RPP pada
    Kegiatan peningkatan kompetensi ICT guru kelas sekolah dasar negeri Cijoho Kecamatan
   Tegalbuleud
b. Pelaksanaan
       Sebagaimana yang telah dijadwalkan, pada hari Kamis tanggal 24 Januari 2012 pukul
       08.00 :
1) Peneliti dan guru berdialog kurang lebih 10 menit mengenai kegiatan penyusunan RPP
     Yang akan dilakukan pada siklus kesatu.
2) Guru Kelas SD Negeri Cijoho melaksanakan kegiatan penyusunan RPP yang mengacu
     Padadasar-dasar rujukan penyusunan RPP.
c.Observasi
        Bersamaan dengan berlangsungnya pelaksanaan kegiatan penyusunan RPP Guru Kelas oleh guru kelas, peneliti melakukan observasi dengan menggunakan (a) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam Persiapan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
(b) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan (c) Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasinya adalah sebagai berikut :
1) Hasil Penilaian melalui Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri
     Cijohodalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Supervisi

      Kelas pada Siklus 1

2) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Seni Budaya SMA dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan
   Pembelajaran (RPP) selama Supervisi peningkatan ICT guru kelas melalui supervise pada
  guru kelas sekolah dasar negeri Cijohjo kecamatan Tegalbuleud pada Siklus 1


3) Hasil Penilaian melalui Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada
     Siklus 1

2. Katagori nilai didasarkan pada nilai total yang diperoleh dari hasil perkalian jumlah aspek yang dicentang dari suatu nilai dengan nilai. Karena terdapat 40 aspek, maka nilai total mínimum : 40 x 1 = 40, dan nilai total maksimum : 40 x 4 = 160. Dengan empat katagori nilai, maka diperoleh rentang nilai total untuk tiap katagori nilai sebagai berikut :

d.    Refleksi
       Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan tindakan perbaikan pada siklus kesatu, masih
       ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, yaitu :
1)   Guru kesulitan menentukan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara sistematis,
       Meliputi : (1) Kegiatan  Pembelajaran Pendahuluan : orientasi, apersepsi, motivasi,
       pemberian acuan, dan pembagian kelompok belajar, (2) Kegiatan Pembelajaran Inti :
       eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, dan (3) Kegiatan Pembelajaran Penutup
       mengarahkan peserta didik membuat kesimpulan, memeriksa hasil belajar, dan
       memberikan arahan tindak lanjut.
2) Guru kesulitan menentukan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan situasi dan
     Kondisipeserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak
     dicapai.
3) Guru kesulitan membagi kegiatan pembelajaran menjadi beberapa pertemuan untuk RPP
     Dari KD yang membutuhkan materi pembelajaran yang luas, sehingga cenderung
     dirancang untuk satu pertemuan.
4) Guru masih kesulitan membedakan antara bentuk evaluasi (penilaian) proses dan hasil
     Belajar dengan format / lembaran butir soal-soal dalam komponen Evaluasi (Penilaian)
     Proses dan Hasil Pembelajaran.
5) Guru menemukan adanya peluang menambah komponen RPP, dan beberapa guru telah
     Menambahkannya menurut pendapat mereka.
6) Hasil observasi melalui Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
     Nilainya mencapai nilai 119, yang berarti berada pada katagori baik.
7) Hasil observasi melalui Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam Menyusun Rencana
     Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Kegiatan supervisi, nilainya mencapai nilai 30,
     Yang berate berada pada katagori baik.
       Dengan masih terdapatnya hal-hal tersebut di atas, maka diperlukan langkah perbaikan selanjutnya. Dengan kata lain perlu siklus kedua sehingga perbaikannya optimal.

2. Pelaksanaan Tindakan Perbaikan Siklus Kedua
       Dalam siklus kedua pun dilakukan rangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan,
       observasi, dan refleksi.
a.Perencanaan
Untuk menyusun rencana pada siklus kedua, peneliti melakukan :
1) Mempersiapkan instrumen penelitian berupa (a) Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan
     Pembelajaran (RPP) dan (b) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Kelas dalam Persiapan
     Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama supervise dilaksanakan,
    (c) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan
     Pembelajaran (RPP) selama  Penyusunan RPP pada Kegiatan Supervisi, dan (d) Pedoman
    Wawancara (Diskusi) Untuk Mengetahui Kendala yang Ditemukan Guru Kelas
     dalamPenyusunan RPP.
2) Membawa hasil refleksi pada siklus kesatu kepada guru-guru kelas untuk
    mendiskusikan kendala  yang dihadapi guru kelas dalam menyusun RPP dan cara
    mengatasinya sebelum pelaksanaan  kegiatan penyusunan RPP yang lengkap dan
    sistematis pada tindakan perbaikan siklus kedua dimulai. Hasilnya adalah sebagai berikut :
a) Guru-guru meminta peneliti menempatkan diri sebagai nara sumber untuk menjelaskan
   (a) cara menentukan kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dalam komponen
     Kegiatan Pembelajaran Inti,dan (b) menjelaskan komponen-komponen apa saja yang
     cocok untuk ditambahkan ke dalam RPP sehingga menjadi lengkap dan sistematis, dan
    (c) penilaian (evaluasi) proses dan hasil pembelajaran.
b) RPP dirancang lengkap dan sistematis. Komponen dalam RPP tidak saja mengandung
    komponen RPP minimal, tapi ditambah komponen lain yang dipandang diperlukan untuk
    membuat RPP yang lengkap dan sistematis, sehingga dari lima komponen minimal
    menjadi 11 komponen yang lengkap.
c) RPP disusun guru bersama peneliti yang menempatkan diri sebagai nara sumber.
    Pelaksanaan Sesuai dengan kesepakatan yang telah diputuskan oleh peneliti dan guru pada hari hari Selasa tanggal 31 Januari 2012 guru-guru dan peneliti bersama-sama melaksanakan kegiatan penyusunan RPP yang lengkap dan sistematis. Kegiatan diawali dengan pemberian penjelasan oleh peneliti yang menjadi nara sumber mengenai cara menentukan kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dalam komponen Kegiatan Pembeljaran Inti, komponen-komponen yang bisa ditambahkan ke dalam komponen RPP minimal, dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran.
c. Observasi
Bersamaan dengan berlangsungnya pelaksanaan kegiatan penyusunan RPP  oleh guru kelas, peneliti melakukan observasi dengan menggunakan (a) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam Persiapan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)  Penyusunan RPP pada Kegiatan Supervisi Kelas Pada Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho, (b) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Kelas dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Penyusunan RPP pada Kegiatan Supervisi Kelas , dan (c) Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasinya adalah sebagai berikut :
1) Hasil Penilaian melalui Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Kelas dalam Persiapan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Penyusunan RPP pada Kegiatan Supervisi  pada Siklus 2

2) Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Kelas dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama  Supervisi pada Siklus 2

3) Hasil Penilaian melalui Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada Siklus 2
 
Keterangan :
1. Pencentangan nilai didasarkan pada jumlah peserta yang mencantumkan aspek yang dinilai. Dengan jumlah seluruh peserta 36 guru, maka jumlah peserta untuk tiap nilai adalah sebagai berikut:

2. Katagori nilai didasarkan pada nilai total yang diperoleh dari hasil perkalian jumlah aspek yang dicentang dari suatu nilai dengan nilai. Karena terdapat 40 aspek, maka nilai total mínimum : 40 x 1 = 40, dan nilai total maksimum : 40 x 4 = 160. Dengan empat katagori nilai, maka diperoleh rentang nilai total untuk tiap katagori nilai sebagai berikut :

d. Refleksi
Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan tindakan kedua, ditemukan bahwa :
1) Guru mencantumkan komponen Identitas dengan segala rinciannya dengan benar.
2) Guru mencantumkan standar kompetensi (SK) yang sesuai dengan standar isi dan silabus.
3) Guru mencantumkan kompetensi dasar (KD) yang sesuai dengan standar isi dan silabus.
4) Guru mencantumkan komponen Indikator Pencapaian dengan rumusan kalimat yang mengandung kata kerja operasional yang terukur sebagai penjabaran kompetensi dasar, dan sesuai dengan materi pembelajaran.
5) Guru mencantumkan komponen Tujuan Pembelajaran dengan kalimat yang mencantumkan subyek belajar (learner), target yang dicapai siswa, dan relevan dengan kompetensi dasar (KD)
6) Guru mencantumkan komponen Materi Pembelajaran dengan rincian yang sistematis, sesuai dengan tujuan pembelajaran (TP) dan standar isi, dan telah mencantumkan materi pembelajaran untuk pengayaan.
7) Guru mencantumkan komponen Kegiatan Pembelajaran, membaginya kedalam Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan, Kegiatan Pembelajaran Inti dan Kegiatan Pembelajaran Penutup. Setiap bagian dirinci menjadi kegiatan pembelajaran yang student centered, disertai alokasi waktu tiap kegiatan siswa.
8) Guru mencantumkan komponen Metoda / Model Pembelajaran yang disatukan secara sistematis dengan komponen Kegiatan Pembelajaran.
9) Guru dapat mencantumkan komponen Media / Sumber Pembelajaran dengan menentukan jenis sumber belajarnya sesuai dengan tuntutan kurikulum (kompetensi dasar dan silabus), tujuan pembelajaran, dan bentuk evaluasi.
10) Guru mencantumkan komponen Penilaian (Evaluasi) Proses dan Hasil Pembelajaran, dan merincinya dengan lengkap, dari mulai bentuk evaluasi, menyertakan lembaran / format instrumen penilaian (butir soal, rubrik, dll.), pedoman penilaian, dan kunci jawabannya.
11) Hasil observasi melalui Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), nilainya mencapai nilai 151, yang berarti berada pada katagori sangat baik.
12) Hasil observasi melalui Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Kegiatan Supervisi, nilainya mencapai nilai 36, yang berati berada pada katagori sangat baik.

C. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
1. Orientasi
      Dalam kegiatan orientasi, ditemukan bahwa dalam RPP Seni Budaya yang dibuat guru memiliki banyak kekurangan. Dari segi sistematika, RPP yang mereka susun tidak terlalu mengganggu. Mereka sudah bisa menempatkan sub-sub komponen atau isi komponen RPP pada komponen yang tepat. Namun dari segi kelengkapan, RPP yang mereka susun masih terbatas pada RPP dengan komponen yang minimal ditambah beberapa komponen, namun tetap kurang lengkap. Bahkan beberapa guru tidak mencantumkan komponen Tujuan Pembelajaran, karena merasa sudah tersirat pada komponen Indikator Pencapaian. Kemudian, betapapun komponen Kegiatan Pembelajaran, dan komponen Evaluasi (Penilaian) Proses dan Hasil Pembelajaran dicantumkan, namun isi dari kedua komponen tersebut kurang rinci, sehingga bagaimana guru membuka pembelajaran, bagaimana guru menutup pembelajaran, mengevaluasi dan menindaklanjuti hasil belajar siswa kurang jelas.
2. Tindakan Perbaikan Siklus Kesatu 
      Mengetahui adanya komponen RPP minimal yang tidak dicantumkan dan tidak rincinya isi beberapa komponen RPP, maka dasar-dasar rujukan dalam penyusunan RPP dipersiapkan dan dikaji guru, sehingga mereka menemukan bukti rujukan mengenai apa-apa yang harus ada dalam RPP. Dasar-dasar rujukan yang berupa permendiknas dan buku-buku yang relevan tersebut dipergunakan dalam pelaksanaan tindakan perbaikan pada siklus kesatu.
      Pada tindakan perbaikan siklus kesatu ini, guru Seni Budaya menyususn RPP dengan mengacu kepada dasar-dasar rujukan penyusunan RPP, terutama :
1. PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20, bahwa “Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.
2. Permen Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses yang menyatakan bahwa RPP harus dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai kompeiensi dasar, dan setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP yang lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik.
      Setelah tindakan perbaikan siklus kesatu diketahui bahwa guru telah mencantumkan komponen-komponen RPP minimal sesuai sumber rujukan, dan menambahkan beberapa komponen lainnya. Kekurangan RPP mereka semakin mengarah pada hal-hal yang lebih spesifik dan mendalam. Hal ini menunjukan pemahaman dalam pembuatan RPP sudah bertambah. Hal-hal yang dimaksud adalah (1) membagi kegiatan pembelajaran menjadi beberapa pertemuan untuk RPP dari KD yang membutuhkan materi pembelajaran yang luas, (2) menentukan kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi peserta didikdalam sub komponen Kegiatan Pembelajaran Inti, dan (3) penilaian (evaluasi proses dan hasil pembelajaran.
      Hasil observasi terhadap tindakan perbaikan siklus kesatu dengan menggunakan Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), nilainya mencapai 119, yang berarti berada pada katagori baik, dan hasil observasi dengan menggunakan Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Kelas dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama  Penyusunan RPP pada Kegiatan Supervisi Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho, nilainya mencapai 30, yang berati berada pada katagori baik.
3. Tindakan Perbaikan Siklus Kedua
      Dengan mengkaji hasil tindakan perbaikan pada siklus kesatu, maka masih diperlukan tindakan perbaikan selanjutnya melalui siklus kedua. Siklus kedua diawali dengan intervensi dari peneliti yang menenmpatkan diri sebagai nara sumber untuk memberikan penjelasan dan petunjuk tentang hal yang dirasakan masih sulit tersebut pada siklus kesatu, terutama dalam menentukan kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, yang berada pada komponen Kegiatan Pembelajaran Inti.
      Dijelaskan bahwa dalam kegiatan yang tergolong eksplorasi, guru bisa menjelaskan mengenai pelibatan peserta didik dalam mencari informasi, penggunaan pendekatan pembelajaran, media / sumber pembelajaran yang dipergunakan, interaksi antar peserta didik, dan kegitan peserta didik dalam eksplorasi atau “study” seperti melakukan percobaan, berekspresi, berkreasi membuat karya seni di kelas, studio, di alam terbuka atau tempat lainnya yang relevan dalam pembelajaran.
       Dalam kegiatan yang tergolong elaborasi, guru bisa menjelaskan pembiasaan peserta didik membaca beragam sumber pembelajaran dan menuliskan atau mengerjakan tugas-tugas tertentu yang bermakna, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis, memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut. Kemudian bisa juga sampai pada menjelaskan bagaimana peserta didik difasilitasi agar bisa kooperatif, kolaboratif dalam suatu kesempatan dan dalam kesempatan lainnya justru berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prsetasi belajar, bagaimana peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis baik secara individual maupun kelompok, menyajikan variasi pekerjaan atau tugas baik melalui kerja individual maupun kelompok, melakukan lomba, festival, serta pameran produk yang mereka hasilkan, melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
       Dalam kegiatan yang tergolong konfirmasi, guru bisa menjelaskan bagaimana peserta didik diberi umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik, konfirmasi terhadap keberhasilan peserta didik, konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai media, memfasilitasi peserta didik untuk melakukan refleksi agar memperoleh penguatan akan pengalaman belajar yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar (KD). Dalam kegiatan konfirmasi, guru bisa menjelaskan saat guru memfungsikan diri sebagai sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar serta membantu menyelesaikan masalah, memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi, memberi informasi untuk mengeksplorasi lebih jauh, memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
      Dalam hal ini tentu saja kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi yang dicantumkan dalam komponen Kegiatan Pembelajaran disesuaikan dengan kompetansi dasar, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber pembelajaran dan fasilitas lainnya yang ada di sekolah atau di kelas.
       Kemudian dengan mengkaji dasar-dasar rujukan penyusunan RPP dalam tindakan perbaikan siklus kesatu, terutama Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, guru menemukan bahwa ada peluang untuk menambah komponen RPP sehingga RPP yang disusun menjadi lengkap, berisi berbagai rincian yang diperlukan. Sesuai dengan permintaan, kemudian peneliti menjelaskan komponen Kegiatan Pembelajaran, dilanjutkan dengan penjelasan mengenai komponen-komponen yang dapat ditambahkan ke dalam RPP sehingga RPP menjadi “skenario” yang lengkap dan bisa dipergunakan oleh siapapun “yang memerankannya”
      Selanjutnya guru Seni Budaya menyusun RPP bersama peneliti yang menempatkan diri sebagai nara sumber. Dimulai dari satu komponen ke komponen RPP lainnya secara berurutan. Membuat rincian tiap komponen, sehingga dihasilkan model RPP yang lengkap dan sistematis, yang sesuai dengan harapan. Setelah ditambah komponen lainnya, RPP yang mereka susun mempunyai komponen-komponen berikut :
1. Identitas
2. Standar Kompetensi (SK)
3. Kompetensi Dasar (KD)
4. Alokasi waktu 5. Indikator Ketercapaian
6. Tujuan Pembelajaran
7. Materi Pembelajaran
8. Metode Pembelajaran 9. Kegiatan Pembelajaran
10. Sumber Belajar
11. Penilaian
      Hasil observasi terhadap tindakan perbaikan siklus kesatu dengan menggunakan Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), nilainya mencapai 151, yang berarti berada pada katagori sangat baik, dan hasil observasi dengan menggunakan Rubrik Penilaian Aktivitas Guru Kelas dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Supervisi Pada Guru Kelas Sekolah  Dasar Negeri Cijoho, nilainya mencapai 36, yang berati berada pada katagori sangat baik.
4. Jawaban terhadap Rumusan Masalah
       Bagian ini berisi hasil refleksi berkaitan dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan dalam Bab I.
a. Apakah Supervisi penyusunan RPP pada kegiatan peningkatan kompetensi ICT Guru Kelas
    Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud dapat meningkatkan kompetensi
    pedagogik guru kelas dalam menyusun RPP?
    Jawaban terhadap rumusan masalah pertama ini adalah ya, pemberdayaan Supervisi dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru kelas dalam menyusun RPP. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian melalui Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada siklus 1 yang mencapai nilai 119, berada pada katagori baik, dan hasil penilaian pada siklus kedua yang mencapai nilai 151, berada pada katagori sangat baik. Kompetensi pedagogik guru kelas sekolah dasar negeri Cijoho kecamatan Tegalbuleud kabupaten Sukabumi dalam menyusun RPP pada kegiatan orientasi atau sebelum mengikuti tindakan perbaikan pada siklus kesatu sangat terbatas. Berbeda dengan setelah mengikuti tindakan perbaikan melalui dua siklus. Setelah mengikuti tindakan perbaikan pada siklus kesatu terlihat ada peningkatan, dan lebih meningkat lagi setelah mengikuti tindakan perbaikan pada siklus kedua. RPP yang mereka susun menjadi lebih lengkap dan sistematis.
b. Bagaimanakah aktivitas guru kelas dalam menyusun RPP selama penyusunan
      RPP pada kegiatan supervise guru kelas sekolah dasar negeri Cijoho kecamatan
      Tegalbuleud kabupaten Sukabumi ?
       Aktivitas guru kelas dalam menyusun RPP selama kegiatan supervisi dari kegiatan orientasi, siklus kesatu dan siklus kedua meningkat makin baik. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian melalui kedua rubrik, yang sesuai dengan spesifikasi rumusan masalahnya dijawab sebagai berikut :
1)Bagaimana guru kelas dalam mempersiapkan penyusunan RPP selama
   penyusunan RPP pada kegiatan supervise guru kelas sekolah dasar negeri Cijoho
   Kecamatan Tegalbuleud?
        Pada umumnya guru kelas sekolah dasar negeri Cijoho kurang mempersiapkan sumber-sumber rujukan untuk menyusun RPP mata pelajaran yang diampunya. Hal ini terlihat jelas saat kegiatan orientasi. Hasil pengamatan pada kegiatan tersebut dengan menggunakan Rubrik Penilaian Aktivitas Guru kelas dalam Persiapan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Penyusunan RPP pada Kegiatan Supervisi Guru Kelas Sekolah dasar negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi, menunjukkan hanya mencapai nilai tiga, yang berarti tergolong cukup. Setelah teridentifikasi mengenai apa yang harus diersiapkan, baru naskah sumber-sumber rujukan yang berupa permendiknas dan buku-buku yang relevan dikeluarkan dari tas mereka. Pada saat tindakan perbaikan siklus kesatu nilainya mencapai enam dan pada tindaan perbaikan siklus kedua nilainya mencapai delapan. Pada tindakan perbaikan siklus kedua sesungguhnya tidak memerlukan persiapan yang berarti, karena sudah dilakukan pada kegiatan orientasi dan siklus kesatu.
2) Bagaimana guru kelas dalam melaksanakan proses penyusunan RPP selama
 penyusunan RPP pada kegiatan supervise peningkatan kompetensi ICT guru kelas sekolah
dasar negeri Cijoho kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi?
      Dengan menggunakan penilaian melalui Rubrik Penilaian Aktivitas Guru dalam Proses Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama Penyusunan RPP pada Kegiatan Supervisi Peningkatan Kompetennsi ICT Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi, diketahui bahwa pada siklus kesatu mencapai nilai 30 atau tergolong baik, dan pada sikulus kedua mencapai nilai 36, yang berati tergolong sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan guru dalam kegiatan tersebut meningkat. Walaupun pada awalnya mereka agak enggan karena membuat RPP itu membosankan, namun setelah mengetahui bahwa pada RPP yang mereka susun terdapat banyak kekurangan, dan setelah peneliti menempatkan diri sebagai nara sumber sesuai permintaan mereka untuk menjelaskan berbagai kekurangan dan menje;askan petunjuk untuk melengkapinya, mereka menjadi lebih antusias dan berusaha lebih keras untuk menyusun sendiri RPP yang lengkap dan sistematis seperti yang mereka tunjukkan pada tindakan perbaikan siklus kedua.
3) Kendala apa yang ditemukan guru kelas dalam proses penyusunan RPP yang lengkap dan
sistematis selama penyusunan RPP pada kegiatan Superviisi Guru kelas Sekolah DasarNegeri Cijoho kabupaten Sukabumi?
      Dari hasil wawancara (diskusi dan dialog) dengan guru-guru peserta kegiatan penyusunan RPp melalui pemberdayaan Supervisi Guru Kelas, diperoleh keterangan bahwa yang menjadi kendala dalam menyusun RPP yang lengkap dan sistematis antara lain :
a) Kurangnya sumber-sumber rujukan penyusunan RPP yang mereka miliki.
b) Kurangnya pengetahuan tentang komponen-komponen RPP baik yang minimal sesuai tuntutan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, maupun komponen-komponen tambahan yang bisa melengkapi RPP, sebagai akibat dari (1) kurangnya sumber rujukan yang dimiliki (kendala pertama), dan (2) betapapun mereka memilikinya, tapi mereka jarang atau tidak membacanya.
c) Kurang kreatifitas untuk membuat RPP menurut pendapat sendiri dengan menafsirkan langsung dari sumber rujukan.
d) Kurangnya kegiatan bersama yang khusus menyusun RPP .
       Jawaban-jawaban terhadap rumusan masalah ini menunjukkan bahwa belajar bersama jika dikelola dengan baik memungkinkan pengalaman belajarnya diserap oleh seluruh peserta (kooperatif, kolaboratif, bermakna). Untuk materi pembelajaran yang memerlukan pemahaman yang sama, belajar bersama yang melibatkan kegiatan, sharing, cooperative learning, diskusi dan sebagainya, memungkinkan materi pelajaran tersebut dikonstruksi bersama. Prinsip saling asah dan saling asuh pun terjadi dengan tak terasa. Prinsip inilah yang menunjukkan berlakunya teori belajar konstruktivisme dalam kegiatan tersebut. Studi suatu Ilmu pengetahuan secara bersama-sama memungkinkan dikonstruksi lebih cepat dan komprehensif, dengan volume masukan yang besar pula (belajar bermakna).
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. KESIMPULAN
       Berdasarkan hasil penelitian mengenai Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru kelas dalam Menyusunan RPP selama Penyusunan RPP pada Kegiatan Supervisi Peningkatan Kompetensi Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1.Terjadi peningkatan kompetensi pedagogic dalam menyusun RPP melalui
     Supervisi pada kegiatan belajar mengajar guru kelas sekolah dasar negeri Cijoho
     Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi.
2. Aktivitas guru dalam penyusunan RPP yang lengkap dan sistematis pada siklus kedua
    lebih baik daripada pada saat siklus kesatu.

B. REKOMENDASI
        Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian tindakan sekolah ini, penulis merekomendasikan:
1. Kepada Guru kelas sekolah dasar negeri Cijoho kecamatan Tegalbuleud :
a. Agar mengoptimalkan perannya sebagai perencana, pengorganisir, dan penilai
    pembelajaran yang handal.
    Khusus dalam peran sebagai perencana pembelajaran, diharapkan bisa menjadi penemu
    model rencana pembelajaran baru yang lebih efektif.
b. Agar rajin menghadiri kegiatan KKG guna menjadikannya sebagai forum sharing
    pengetahuan bersama guru kelas.
c. Agar terus mengembangkan kompetensi pedagogiknya, baik melalui pendidikan formal, informal, maupun non formal atas keinginan sendiri atau saat disertakan dalam kegiatan-kegiatan pengembangan profesi dalam jabatan (in service training) berbagai kegiatan diklat, seminar, workshop dan lain-lain.
2. Kepada Pengawas SD dan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tegalbuleud :
      Agar memfasilitasi guru kelas yang jadi bawahannya untuk aktif dalam kegiatan KKG guna meningkatkan kompetensi pedagogiknya, termasuk dalam penyusunan RPP mata pelajaran yang diampunya. Kemampuan pedagogik yang meningkat akan berimbas pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
3. Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Depdiknas Agar lebih sering memfasilitasi kegiatan KKG Guru Kelas, baik mengikutsertakan dalam berbagai diklat pendidikan, memberikan bantuan dana guna menghidupkan organisasi KKG, dan lain lain yang menunjang jalannya organisasi guru kelas ini, mengingat manfaat yang diperoleh oleh guru, sekolah dan akhirnya siswa yang menjadi customer pendidikan, disamping meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dsar Negeri Cijoho Kecamatan Tegalbuleud  dan di Indonesia pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

BSNP. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta : BSNP.

Depdiknas. (2003). Revitalisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Jakarta : Program Pendidikan Menengah Umum.

Depdiknas. (2008). Pedoman Penelitian Tindakan Sekolah (School Action Research) Peningkatan Kompetensi Supervisi Pengawas Sekolah SMA / SMK. Jakarta : Dirjen PMPTK.

Makmun, Abin Syamsudin. (2005). Psikologi Kependidikan, Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Panitia Pelaksana Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Rayon 10 Jawa Barat. (2009). Bahan Ajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), Pengawas. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Sagala, H. Syaiful. (2006). Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung : Alfabeta.

Sudjana, H. Nana. (2009). Penelitian Tindakan Kepengawasan, Konsep dan Aplikasinya bagi Pengawas
Sekolah. Jakarta : Binamitra Publishing.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wardani, IGAK, dkk. ((2007). Penelitian Tindakan Kelas. Buku Materi Pokok IDIK4008/2SKS/MODUL 1-6. Jakarta : Universitas Terbuka.

1 komentar:

DeaG,,,oh deag mengatakan...

bagus....bisa buat referensi..
:)